Dee Luvly's

Kamis, 19 Maret 2009

Review Open Source, shareware dan proprietary software

open source

Open source software adalah istilah yang digunakan untuk software yang membuka/membebaskan source codenya untuk dilihat oleh orang lain dan membiarkan orang lain mengetahui cara kerja software tersebut dan sekaligus memperbaiki kelemahan-kelemahan yang ada pada software tersebut. Dan yang menarik dan salah satu keunggulannya adalah bahwa Open source software dapat diperoleh dan digunakan secara gratis tanpa perlu membayar lisensi. Biasanya orang mendapatkan software ini dari internet. Salah satu open source software yang terkenal yaitu Linux.

Keberadaan open source software ini sangat ditunjang oleh internet. Mula-mula Open source software diambil dari internet kemudian digunakan oleh orang dan diperbaiki apabila ada kesalahan. Hasil perbaikan dari open source ini kemudian dipublikasikan kembali melalui internet yang memungkinkan orang lain menggunakan dan memperbaikinya. Dan begitulah seterusnya. Saat ini sangat mudah mendapatkan open source software di internet.

Pengembangan open source software melibatkan banyak orang dari berbagai penjuru dunia yang berinteraksi melalui internet. Maka bermunculanlah berbagai macam software yang dibuat berbasis open source ini yang dipublikasikan melalui internet. Pola open source ini telah melahirkan developer-developer handal dari berbagai penjuru dunia.

Dengan pola open source orang dapat membuat dan mengembangkan apa yang disebut dengan free software. Software ini dapat digunakan tanpa perlu membayar lisensi atau hak cipta karena memang dikembangkan dengan pola open source. Jadi, dengan pola open source orang dapat mengembangkan software dan mempublikasikannya dengan bebas melalui internet. Maka tidak heran apabila kita akan banyak menemukan free software ini di internet dan bisa secara bebas mendownloadnya tanpa perlu membayar uang sepeser pun kepada pengembang software tersebut.

Free software disini juga bukan program kacangan. Anggapan bahwa barang yang gratis jelek kualitasnya tidak berlaku buat free software. Karena sudah terbukti kehandalannya. Dan karena free software berbasis open source maka software tersebut sudah melalui proses perbaikan yang terus menerus. Jadi tidak ada alasan tidak mau menggunakan free software ini dengan alasan kualitasnya yang tidak baik.

Dengan karakteristik yang telah disebutkan di atas maka tidak salah apabila kita menaruh harapan pada open source ini sebagai platform alternatif yang bisa kita gunakan dalam komputer kita. Penerapan pola open source di Indonesia juga dapat menghilangkan pemakaian software komersial secara ilegal dan memungkinkan bangsa Indonesia dikenal karya ciptanya dengan ikut mengembangkan open source software.

Propietary software

Salah satu kendala dalam pengembangan perangkat lunak(software) komputer adalah legalitas. Karena memang adalah kewajiban kita untuk selalu menghargai hasil karya cipta orang lain. Apalagi sebagai bagian dari komunitas pengembang software. Rasanya sedih sekali apabila hasil karya yang sudah kita buat dengan segala daya updaya, hanya dalam hitungan detik sudah digunakan oleh orang lain tanpa seijin kita pula.

Namun demikian, agak sulit juga bagi bagi pengembang atau perusahaan untuk menginvestasikan sebagian dari modalnya untuk pembelian
software berlisensi atau yang dikenal dengan propietary software. Karena pembelian propietary software menimbulkan konsekuensi berantai, mulai dari sistem operasi, pengolahan data, pengolah kata dan sebagainya kemuadian dikalikan dengan jumlah karyawan yang ada, bisa jadi 50% dari modal dibelikan untuk software. Memang... Pembelian software ini amat sangat membantu dalam mempermudah pekerjaan, namun jika ada yang lebih ekonomis kenapa tidak...

Berbicara sistem komputerisasi adalah serangkaian
software yang digunakan untuk mempermudah pekerjaan dimana software ini biasanya dirancang khusus sesuai dengan bentuk perusahaan, misalnya sistem penjualan, sistem inventory, sistem manufaktur yang dirangkai menjadi suatu sistem terintegrasi yang biasanya dikenal dengan Enterprise Resource Planning(ERP).

Dengan menggunakan ERP, kinerja perusahaan akan lebih produktif lagi,... namun kembali jika menggunakan
propietary software tentu biaya yang dikeluarkan tidak sedikit. Bahkan pengembar software(software house) lokal kebanyakan menggunakan basis propietary software dan masalahnya dalam perhitungan pembelian software biasanya hanya mencantumkan harga dari produk yang dijual, belum termasuk investasi yang harus dikeluarkan untuk pembelian sistem operasi(client & server) dan lisensi biaya koneksi yang juga tidak sedikit.

Disisi
software house pun bukannya tanpa masalah, kendala terbesarnya adalah dalam pengembangan software di Indonesia atau negara berkembang lainnya, ada kecenderungan terlalu banyak kebijakan dan boleh jadi menjadi never ending story, karena masalah yang muncul berkelanjutan. Akan menyenangkan bagi software house jika nominalnya berkembang terus, hanya saja masalahnya nominalnya tetap, tapi sistemnya berkembang keluar dari ruang lingkup yang disetujui bersama, hal ini menambah tingkat kompleksitas dalam pengembangan sistem tersebut. Belum lagi Sumber Daya Manusia(SDM) yang kebanyakan fresh graduate yang memang sejak di lembaga pendidikan lebih banyak menggukan propietary software, bahkan boleh dibilang tidak ada yang menggunakan sistem terbuka (open source).

SHAREWARE

Shareware adalah salah satu metode pemasaran perangkat lunak komersial dimana perangkat lunak didistribusikan secara gratis. Kebanyakan perangkat lunak shareware didistribusikan melalui internet dan dapat diunduh secara gratis atau melalui majalah-majalah komputer. Istilah lainnya untuk shareware adalah trialware, demoware yang pada intinya "coba dulu sebelum membeli". Fitur-fitur perangkat lunak shareware belum tentu mencerminkan keseluruhan fitur yang didapat ketika pengguna sudah membeli perangkat lunak tersebut, tetapi beberapa shareware membuka semua fitur tanpa terkecuali. Umumnya perangkat lunak shareware hanya bisa dijalankan dalam periode waktu tertentu saja atau dibatasi dari jumlah penggunaannya. Setelah periode tertentu atau mencapai jumlah pemakaian tertentu, perangkat lunak akan terkunci. Jika pengguna tidak merasa cocok, dan tidak ingin menggunakannya lagi, maka pengguna wajib untuk menghapus program dari komputer pengguna. Apabila pengguna merasa cocok, untuk dapat terus menggunakan, ia harus membeli untuk memperoleh kunci pembuka atau perangkat lunak versi non-shareware-nya. Apabila menggunakan kunci pembuka, pengguna memasukkan kunci tersebut di perangkat lunak shareware. Apabila kunci tersebut valid, perangkat lunak yang tadinya terkunci akan terbuka untuk penggunaan seterusnya tanpa batasan.

Pengertian lain dari shareware adalah Perangkat yang bisa didapatkan atau disebar dengan bebas. Software yang dapat diperoleh dengan gratis, tetapi anda hanya berhak untuk mengevaluasi software tersebut selama jangka waktu tertentu (coba dulu sebelum beli). Setelah melewati batas waktu tersebut, dan jika anda tertarik untuk terus menggunakan program tersebut, anda harus membayar ke pembuat program tersebut. Sebagian shareware tidak dapat digunakan setelah batas waktu dilewati, ada juga yang menurunkan kemampuan program tersebut, dan ada juga yang masih dapat digunakan walaupun melewati batasan waktu.


Sumber : Wikipedia, kamus computer dan teknologi informasi, wawanhartawan.com,